Kamis, 19 November 2009

RESUME DATA FLOW DIAGRAM

Data flow diagram adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (Structure Analysis and Design). Atau lebih jelasnya DFD adalah teknik penggambaran atau pemodelan dengan menggunakan notasi-notasi grafis yang menunjukkan aliran informasi dan perubahanya yang diterapkan sebagai perubahan atau perpindahan data dari input ke output. DFD ini dapat terdiri dari entitas luar dan data store yang dihubungkan dengan aliran data. Proses dalam DFD ini digambarkan dengan sebuah lingkaran dan aliran data digambarkan dengan garis yang bertanda panah.
Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ataupun lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (Jogiyanto, HM, 2005 :700).
Kesatuan Luar
Merupakan kesatuan lingkungan di luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
Arus Data
Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini ditunjukkan dengan simbol panah.
Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Simpan data
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a. Suatu file atau database di sistem komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang
d. Suatu tabel acuan manual
e. Suatu agenda atau buku

RESUME FLOW MAP

Flowmap dikembangkan di tahun 1990, dimulai dengan pengembangan program simpel untuk aliran barang dan juga manusia di peta. program dikembangkan oleh Tom De Jong (Universitas Utrecht belanda) dengan Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu realisasi kerja sama penelitian.
Flowmap versi pertama ini dimaksudkan untuk perencanaan pengembangan spasial negara berkembang. sehingga spesifikasi untuk program ini haruslah sesuai dengan standar hari ini. program ini hanya membutuhkan PC DOS tipe IBM kompatibel dengan 640 kb ram, 5 mb disk dan grafis EGA. sangat minimalis tentunya.
dalam beberapa tahun, fungsionalitas terus bertambah dengan analisa untuk klustering spasial berdasarkan jenis dan bentuk aliran, kalkulasi jarak, analisa aksesibilitas dan medel grafitasional. versi terakhir DOS, yaitu 4.4 diluncurkan januari 1997
Di tahun yang sama program di porting ke windows 3.11 dan windows 95 dengan bantuan CSIR (Transportek division of the South African Council for Scientific and Industrial Research). tahun 2000, edisi profesional yang berbayar diluncurkan.
hampir semua software GIS umum hanya didesain untuk manajemen dan menampilkan data spasial. yang mana umumnya merupakan data yang terkait dengan satu lokasi di bumi, bisa titik, garis atau poligon. software semacam ini umumnya menyertakan tool analisa seperti overlay, buffer, dan map-algebra. Tetapi software semacam ini tidak mempunyai tools untuk menganalisa yang berkaitan dengan hubungan dua tempat yang berbeda, yang terkait dengan hubungan spasial seperti jarak dan aliran. disinilah Flowmap mengisi kekosongan tersebut.
Flowmap secara spesifik menghandel :
- menyimpan, menampilkan, analisa pola aliran spasial, seperti migrasi
- menghitung jarak, waktu tempuh, biaya transportasi menggunakan peta jaringan transportasi
- pemodelan wilayah pemasaran.
contoh aplikasi dari flowmap dapat dilihat di bawah ini :
Flowmap di Bisnis, rasionalisasi lokasi dealer MB
Membuat jaringan berbasis perjalanan berdasar peta isochrone
Flowmap mendukung eksport/import Mapinfo/MIF, arcview/Shp, penyimpanan data numeris di dbf, dan konversi hasil ke Bmp.

Kamis, 12 November 2009

Rangkuman Bab 3 ANSI

BAB 3 SISTEM INFORMASI FUNGSI BISNIS 1. KONSEP SUBSISTEM INFORMASI ORGANISASI Ketika perusahaan semakin berpengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup seluruh perusahaan, manajer di area-area tertentu mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan mereka. Pemasaran merupakan area pertama yang menerima pemikiran sistem informasi fungsional, dan banyak usaha dilakukan untuk menjelaskan cara penerapan komputer ke seluruh operasi pemasaran. Sistem Informasi Organisasi Sistem informasi dapat melaksanakan seluruh proses komputer perusahaan dari tugas pengolahan data hingga penyiapan informasi manajemen. Istilah enterprise resource planning (ERP) menjelaskan cara enterprise information system dikembangkan. Bahkan saat ini telah berkembang, dengan adanya Business-to-Consumer (B2C), Business-to-Business (B2B) dan E-Business. 2. SISTEM INFORMASI PEMASARAN Fungsi bisnis dalam pemasaran menitikberatkan pada perencanaan, promosi, penjualan produk, pengembangan pasar, dan pengembangan produk baru guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dengan demikian pemasaran dianggap sebagai fungsi penting dalam operasi bisnis suatu perusahaan.



a. Manajemen Penjualan Sistem ini menyediakan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan memonitor kegiatan penjualan perusahaan. Sistem ini juga menghasilkan laporan analisa penjualan yang digunakan untuk menganalisa penjualan berdasarkan produk, lini produksi, pelanggan, tipe pelanggan, tenaga pemasaran, dan daerah pemasaran. b. Manajemen Produksi Manajemen produksi membutuhkan informasi untuk merencanakan dan mengendalikan spesifikasi produk, lini produksi dan merk. Sistem berbasis komputer digunakan untuk mengevaluasi aliran produksi dan kemungkinan keberhasilan dari produk yang dihasilkan. c. Promosi Manajer pemasaran membutuhkan informasi untuk membantu pencapaian penjualan yang obyektif dengan biaya promosi yang serendah mungkin. Komputer menggunakan informasi riset pasar dan model promosi untuk membantu (1) memilih metode dan media promosi, (2) mengalokasikan sumber keuangan, dan (3) mengendalikan dan mengevaluasi hasil penjualan. d. Peramalan Penjualan Fungsi dasar dari peramalan penjualan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu peramalan jangka pendek dan peramalan jangka panjang. Peramalan jangka pendek berhubungan dengan penjualan untuk periode sampai dengan 1 tahun, sedangkan peramalan jangka panjang menitikberatkan pada peramalan penjualan untuk periode di atas 1 tahun. Manajer pemasaran menggunakan data riset pemasaran, data historis penjualan, rencana promosi, dan model statistik peramalan untuk menghasilkan peramalan jangka pendek dan jangka panjang. e. Riset Pasar Sistem informasi riset pasar memberikan kemampuan dalam bidang pemasaran untuk membantu manajer dalam membuat keputusan pemasaran yang lebih efektif. Sistem informasi riset pasar juga memberikan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan mengendalikan proyek riset pasar dari perusahaan. Komputer dan perangkat lunak analisa statistik membantu kegiatan riset pasar dalam mengumpulkan, menganalisa, dan mengolah informasi dari variabel-variabel pasar yang meliputi informasi mengenai pelanggan, peluang pasar, konsumen, dan pesaing. f. Manajemen Pemasaran Manajer pemasaran menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk mengembangkan rencana jangka pendek dan jangka panjang dari penjualan produk, keuntungan, dan perkembangannya. Sistem informasi berbasis komputer juga menyediakan umpan balik dan analisa yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan pada setiap kegiatan pemasaran. Model pemasaran dalam sistem pendukung pengambilan keputusan juga digunakan untuk mengetahui dampak dari alternatif rencana pemasaran. 3. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR Sistem informasi manufaktur mendukung fungsi operasi atau produksi meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian dari proses yang menghasilkan barang atau jasa. Fungsi operasi atau produksi berhubungan dengan manajemen dari sistem operasional perusahaan. Perencanaan dan pengendalian sistem informasi digunakan untuk manajemen operasi dan proses transaksi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. a. Computer Integrated Manufacturing (CIM) Sistem informasi manufaktur berbasis komputer menggunakan beberapa teknik dalam mendukung CIM. CIM adalah konsep yang menekankan bahwa tujuan dari penggunaan komputer dalam automasi pabrik harus : · Dapat mempermudah proses produksi, disain produk, dan pengorganisasian pabrik sebagai landasan utama dalam proses automasi dan integrasi. · Dapat mengautomasi proses produksi dan fungsi bisnis yang mendukung dengan bantuan komputer dan robot. · Dapat mengintegrasikan semua produksi dan proses pendukung menggunakan komputer dan jaringan telekomunikasi. b. Pengendalian Proses Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang berlangsung. Pengendalian proses dengan komputer biasa digunakan untuk mengendalikan proses fisik dalam penyulingan minyak, pabrik semen, pabrik kimia, dan lain sebagainya. Program pengendalian proses menggunakan model matematika untuk menganalisa data yang dibangkitkan oleh proses yang sedang berjalan dan membandingkannya dengan standar yang sudah ada atau peramalan permintaan. c. Pengendali Mesin Pengendali mesin adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan gerakan mesin, dikenal juga sebagai Numerical Control. Pengendali peralatan mesin dalam pabrik merupakan sebuah bentuk aplikasi dari Numerical Control. Program komputer numerikal kontrol untuk peralatan mesin mengubah data geometrik dari gambar teknik dan instruksi mesin dari rencana proses kedalam kode numerik sebagai perintah untuk mengendalikan kerja mesin. Pengendali mesin dapat melibatkan penggunaan mikrokomputer dengan kemampuan khusus yang disebut dengan Programable logic controllers (PLCs). Alat ini mengoperasikan satu atau lebih mesin sesuai dengan petunjuk dari program Numerical Control. Proses sistem pengendalian komputer dapat dilihat pada gambar dibawah ini. d. Robotik Sebuah perkembangan penting dalam pengendalian mesin dan Computer Aided Manufacturing (CAM) adalah pembuatan dari mesin pintar (smart machine) dan robot. Alat ini mengendalikan secara langsung aktivitas mereka sendiri dengan bantuan mikrokomputer. Robotik adalah teknologi dalam membuat dan menggunakan mesin dengan kepandaian komputer dan pengandalian komputer dengan kemampuan fisik seperti manusia. e. Computer Aided Engineering (CAE) Teknik manufaktur menggunakan CAE untuk menstimulasi, menganalisa, dan mengevaluasi model-model dari desain produk yang telah dikembangkan dengan menggunakan metode Computer Aided Design (CAD) sedangkan engineering workstations digunakan untuk menganalisa dan mendesain produk serta fasilitas manufaktur. 4. SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA Fungsi manajemen sumber daya manusia melibatkan kegiatan perekrutan, penempatan, evaluasi, kompensasi, dan pengembangan tenaga kerja di suatu organisasi. Pada dasarnya, bisnis menggunakan sisitem informasi berbasis komputer adalah untuk (1) menghasilkan cek pembayaran dan laporan daftar gaji, (2) memelihara catatan personel, dan (3) menganalisa personel dalam operasi bisnis a. Pelatihan dan Pengembangan Sistem informasi membantu manajer sumber daya manusia dalam perencanaan dan pengendalian perekrutan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja dengan menganalisa program masa lalu yang sukses. b. Analisa Kompensasi Sistem informasi membantu menganalisa jangkauan dan distribusi dan kompensasi tenaga kerja (upah, gaji, pembayaran insentif, dan keuntungan tambahan) dalam sebuah perusahaan dan membuat perbandingan pembayaran kompensasi pada perusahaan yang serupa dengan indikator ekonomi yang bervariasi. 5. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Sistem informasi akuntasi merupakan sistem informasi yang paling banyak digunakan dalam kegiatan bisnis. Sistem informasi ini mencatat dan melaporkan semua transaksi bisnis dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Sistem informasi akuntansi digunakan berdasarkan atas Double Entry Bookkeeping Concepts dan konsep akuntansi umum lainnya seperti pertanggungjawaban keuangan dan perhitungan keuntungan. Ruang lingkup sistem informasi akuntansi meliputi : · Proses pemesanan · Pengendalian persediaan · Laporan penerimaan · Laporan pembayaran · Sistem upah
a. Proses Pemesanan Proses pemesanan adalah sistem proses transaksi yang penting untuk mengetahui proses permintaan pelanggan agar dapat menghasilkan data yang dibutuhkan bagi analisa penjualan dan pengendalian persediaan. Sistem proses pemesanan penjualan berbasis komputer memberikan kecepatan, keakuratan, metode yang efesien untuk mengetahui permintaan pelanggan dan transaksi penjualan, dan memberikan sistem pengendalian persediaan. b. Pengendalian Persediaan Sistem pengendalian persediaan menggambarkan proses perubahan dari item-item persediaan. Data mengenai permintaan pelanggan diterima dari sistem proses pemesanan, sistem pengendalian persediaan berbasis komputer memberikan pelayanan berkualitas pada pelanggan disamping meminimasikan investasi dan biaya dalam persediaan. Aliran data dalam sistem pengendalian persediaan dapat dilihat pada gambar 4.2 c. Sistem Upah Sistem pembayaran upah/gaji menerima dan mengolah data dari kartu kerja dan catatan kerja pegawai. Sistem ini menghasilkan catatan pembayaran upah dan laporan analisa pegawai. Sistem pembayaran upah berbasis komputer membantu manajemen perusahaan dalam memberikan laporan analisa biaya tenaga kerja dan produktivitas. 6. SISTEM INFORMASI KEUANGAN Sistem informasi keuangan berbasis komputer mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang berkenaan dengan (1) keuangan bisnis dan (2) pengalokasian dan pengendalian sumber daya keuangan. Kategori utama dari sistem informasi keuangan antara lain meliputi : · Cash And Securities Management · Capital Budgeting · Financial Forecasting · Financial Planning



7. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas. Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya. Oleh karena itu, unsur 'integrasi' itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP. Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat 'machine fault' dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice' proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok di gudang dan sebagainya. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, maka industri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umum terbaik) yang berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh system ERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita. Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems : 1. Item Master Management (IMM) 2. Bill Of Material (BOM) 3. Demand Management (DM) 4. Sales and Order Management (SOM) 5. Master Production Scheduling (MPS) 6. Material Requirements Planning (MRP) 7. Capacity Requirement Planning 8. Inventory Mangement (INV) 9. Shop Floor Control (SFC) 10. Purchasing Management (PUR) 11. General Ledger (GL) 12. Account Payable (AP) 13. Account Receivable (AR) 14. Cost Control (CO) 15. Financial Reporting (FIR)

Rangkuman SCM

RANGKUMAN SCM


Nama : RISCA SEPTIANA
Kelas : Teknik Informatika-2a
NPM : 1083170

1. Beberapa pengertian SCM menurut para ahli adalah :
• Menurut Kopezak
SCM adalah sekelompok entitas yang didalamnya terdapat penyedia jasa logistic, perusahaan monufaktur, distributor dan penjual yang digunakan untuk mengalirkan material, produk dan informasi.
• Menurut Lee dan Ng
SCM merupakan jaringan entitas yang dimulai adari pemasok dan berakhir pada konsumen akhir yang digunakan untuk memproduksi.
• Menurut Simchi- Levi et al. 2000
Scm merupakan serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan supplier, manufacturers dan warehouses dan retails secara efisien sehinga produk adapt dihasilkan dan didistribusikan dalam jumlah, waktu dan tempat yang tepat dengan tujuan untuk meminimalisasi ongkos secara keseluruhan dan meningkatkan tingkat pelayanan (service level). Supply chain mencangkup kesemua fungsi yang terlibat dalam penerimaan dan pemenuhan permintaan customer yang melibatkan keseluruhan entitas mulai dari hulu ke hilir yang terlibat dalam rantai supply.

Sedangkan pengertian SCM itu sendiri adalah sekelompok entitas yang didalamnya terdapat penyedia jasa logistic, perusahaan manufaktur, distributor dan penjual yang digunakan untuk mengalirkan material, produk dan informasi.

2. Konsep dasar SCM adalah merupakan sekumpulan pendekatan yang digunakan secara efisien untuk mengintegrasikan supplier, manufacturer dan warehouses dan retail sehingga produk dapat dihasilkan dan didistribusikan dalam jumlah, waktu dan waktu yang tepat dengan tujuan untuk meminimalisasikan cost secara keseluruahan dan meningkatkan service level requirements.



3. Tujuan SCM adalah
• Menurunkan biaya inventory dengan cara prediktif demand dan scheduling produksi yang lebih akurat.
• Mengurangi biaya produksi keseluruhan dengan mengefektifkan aliran barang dalam proses produksi dan dengan meningakatkan aliran informasi antara interprice, supplier dan distributornya.
• Meningkatkan customer satisfaction dengan cara menawarkan produk lebih berkualitas, variasi, produk yang banyak, respon terhadap customer yang cepat.


4. Fungsi SCM adalah
• SCM secara fisik mengkonversi bagian baku menjadi prodk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir. Yang berkaitan dengan ongkos-ongkos fisik yaitu ongkos material, ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi.
• SCM sebagai mediasi pasar yakni memastikan bahwa apa yang disupply oleh supply chain mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut.

5. Alas an diperlukanya SCM
• Perusahaan-perusahaan yang berada dalam satu supply chain pada intinya ingin memuaskan konsumen akhir yang sama.
• Membuat produk yang murah melaliu kerjasama antar pelaku sepanjang rantai supply.
• Mengirimkan produk tepat waktu.
• Membuat produk dengan kualitas yang berkualitas.
• Mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama antar pelaku sepanjang rantai supply.
• Persaingan terjadi antara network/supply chai, sehingga diperlukan SCM.

6. Latar belakang munculnya supply chain management dilator belakangi oleh praktek tradisional dalam bisnis serta perubahan lingkungan bisnis.

7. Perbedaan manajement logistic dan management SC adalah
a. Management logistik
• Mengutamakan pengelolaan termasuk arus barang dalam perusahaan
• Berorientasi pada perencanaan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal arus barang dan informasi dari seluruh perusahaan
b. Management supply chain
• Mengutamakan arus barang antar perusahaan , sejak paling hulu sampai paling hilir
• Atas dasar kerangka kerja ini mengusahaakan hubungan dan kordinasi antar proses dari perusahaan-perusahaan lain dalam bisnis pipe lines mulai dari supplier sampai kepada pelanggan.