Data flow diagram adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (Structure Analysis and Design). Atau lebih jelasnya DFD adalah teknik penggambaran atau pemodelan dengan menggunakan notasi-notasi grafis yang menunjukkan aliran informasi dan perubahanya yang diterapkan sebagai perubahan atau perpindahan data dari input ke output. DFD ini dapat terdiri dari entitas luar dan data store yang dihubungkan dengan aliran data. Proses dalam DFD ini digambarkan dengan sebuah lingkaran dan aliran data digambarkan dengan garis yang bertanda panah.
Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ataupun lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (Jogiyanto, HM, 2005 :700).
Kesatuan Luar
Merupakan kesatuan lingkungan di luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
Arus Data
Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini ditunjukkan dengan simbol panah.
Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Simpan data
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a. Suatu file atau database di sistem komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang
d. Suatu tabel acuan manual
e. Suatu agenda atau buku
Kamis, 19 November 2009
RESUME FLOW MAP
Flowmap dikembangkan di tahun 1990, dimulai dengan pengembangan program simpel untuk aliran barang dan juga manusia di peta. program dikembangkan oleh Tom De Jong (Universitas Utrecht belanda) dengan Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu realisasi kerja sama penelitian.
Flowmap versi pertama ini dimaksudkan untuk perencanaan pengembangan spasial negara berkembang. sehingga spesifikasi untuk program ini haruslah sesuai dengan standar hari ini. program ini hanya membutuhkan PC DOS tipe IBM kompatibel dengan 640 kb ram, 5 mb disk dan grafis EGA. sangat minimalis tentunya.
dalam beberapa tahun, fungsionalitas terus bertambah dengan analisa untuk klustering spasial berdasarkan jenis dan bentuk aliran, kalkulasi jarak, analisa aksesibilitas dan medel grafitasional. versi terakhir DOS, yaitu 4.4 diluncurkan januari 1997
Di tahun yang sama program di porting ke windows 3.11 dan windows 95 dengan bantuan CSIR (Transportek division of the South African Council for Scientific and Industrial Research). tahun 2000, edisi profesional yang berbayar diluncurkan.
hampir semua software GIS umum hanya didesain untuk manajemen dan menampilkan data spasial. yang mana umumnya merupakan data yang terkait dengan satu lokasi di bumi, bisa titik, garis atau poligon. software semacam ini umumnya menyertakan tool analisa seperti overlay, buffer, dan map-algebra. Tetapi software semacam ini tidak mempunyai tools untuk menganalisa yang berkaitan dengan hubungan dua tempat yang berbeda, yang terkait dengan hubungan spasial seperti jarak dan aliran. disinilah Flowmap mengisi kekosongan tersebut.
Flowmap secara spesifik menghandel :
- menyimpan, menampilkan, analisa pola aliran spasial, seperti migrasi
- menghitung jarak, waktu tempuh, biaya transportasi menggunakan peta jaringan transportasi
- pemodelan wilayah pemasaran.
contoh aplikasi dari flowmap dapat dilihat di bawah ini :
Flowmap di Bisnis, rasionalisasi lokasi dealer MB
Membuat jaringan berbasis perjalanan berdasar peta isochrone
Flowmap mendukung eksport/import Mapinfo/MIF, arcview/Shp, penyimpanan data numeris di dbf, dan konversi hasil ke Bmp.
Flowmap versi pertama ini dimaksudkan untuk perencanaan pengembangan spasial negara berkembang. sehingga spesifikasi untuk program ini haruslah sesuai dengan standar hari ini. program ini hanya membutuhkan PC DOS tipe IBM kompatibel dengan 640 kb ram, 5 mb disk dan grafis EGA. sangat minimalis tentunya.
dalam beberapa tahun, fungsionalitas terus bertambah dengan analisa untuk klustering spasial berdasarkan jenis dan bentuk aliran, kalkulasi jarak, analisa aksesibilitas dan medel grafitasional. versi terakhir DOS, yaitu 4.4 diluncurkan januari 1997
Di tahun yang sama program di porting ke windows 3.11 dan windows 95 dengan bantuan CSIR (Transportek division of the South African Council for Scientific and Industrial Research). tahun 2000, edisi profesional yang berbayar diluncurkan.
hampir semua software GIS umum hanya didesain untuk manajemen dan menampilkan data spasial. yang mana umumnya merupakan data yang terkait dengan satu lokasi di bumi, bisa titik, garis atau poligon. software semacam ini umumnya menyertakan tool analisa seperti overlay, buffer, dan map-algebra. Tetapi software semacam ini tidak mempunyai tools untuk menganalisa yang berkaitan dengan hubungan dua tempat yang berbeda, yang terkait dengan hubungan spasial seperti jarak dan aliran. disinilah Flowmap mengisi kekosongan tersebut.
Flowmap secara spesifik menghandel :
- menyimpan, menampilkan, analisa pola aliran spasial, seperti migrasi
- menghitung jarak, waktu tempuh, biaya transportasi menggunakan peta jaringan transportasi
- pemodelan wilayah pemasaran.
contoh aplikasi dari flowmap dapat dilihat di bawah ini :
Flowmap di Bisnis, rasionalisasi lokasi dealer MB
Membuat jaringan berbasis perjalanan berdasar peta isochrone
Flowmap mendukung eksport/import Mapinfo/MIF, arcview/Shp, penyimpanan data numeris di dbf, dan konversi hasil ke Bmp.
Kamis, 12 November 2009
Rangkuman Bab 3 ANSI
BAB 3 SISTEM INFORMASI FUNGSI BISNIS 1. KONSEP SUBSISTEM INFORMASI ORGANISASI Ketika perusahaan semakin berpengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup seluruh perusahaan, manajer di area-area tertentu mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan mereka. Pemasaran merupakan area pertama yang menerima pemikiran sistem informasi fungsional, dan banyak usaha dilakukan untuk menjelaskan cara penerapan komputer ke seluruh operasi pemasaran. Sistem Informasi Organisasi Sistem informasi dapat melaksanakan seluruh proses komputer perusahaan dari tugas pengolahan data hingga penyiapan informasi manajemen. Istilah enterprise resource planning (ERP) menjelaskan cara enterprise information system dikembangkan. Bahkan saat ini telah berkembang, dengan adanya Business-to-Consumer (B2C), Business-to-Business (B2B) dan E-Business. 2. SISTEM INFORMASI PEMASARAN Fungsi bisnis dalam pemasaran menitikberatkan pada perencanaan, promosi, penjualan produk, pengembangan pasar, dan pengembangan produk baru guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dengan demikian pemasaran dianggap sebagai fungsi penting dalam operasi bisnis suatu perusahaan.
a. Manajemen Penjualan Sistem ini menyediakan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan memonitor kegiatan penjualan perusahaan. Sistem ini juga menghasilkan laporan analisa penjualan yang digunakan untuk menganalisa penjualan berdasarkan produk, lini produksi, pelanggan, tipe pelanggan, tenaga pemasaran, dan daerah pemasaran. b. Manajemen Produksi Manajemen produksi membutuhkan informasi untuk merencanakan dan mengendalikan spesifikasi produk, lini produksi dan merk. Sistem berbasis komputer digunakan untuk mengevaluasi aliran produksi dan kemungkinan keberhasilan dari produk yang dihasilkan. c. Promosi Manajer pemasaran membutuhkan informasi untuk membantu pencapaian penjualan yang obyektif dengan biaya promosi yang serendah mungkin. Komputer menggunakan informasi riset pasar dan model promosi untuk membantu (1) memilih metode dan media promosi, (2) mengalokasikan sumber keuangan, dan (3) mengendalikan dan mengevaluasi hasil penjualan. d. Peramalan Penjualan Fungsi dasar dari peramalan penjualan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu peramalan jangka pendek dan peramalan jangka panjang. Peramalan jangka pendek berhubungan dengan penjualan untuk periode sampai dengan 1 tahun, sedangkan peramalan jangka panjang menitikberatkan pada peramalan penjualan untuk periode di atas 1 tahun. Manajer pemasaran menggunakan data riset pemasaran, data historis penjualan, rencana promosi, dan model statistik peramalan untuk menghasilkan peramalan jangka pendek dan jangka panjang. e. Riset Pasar Sistem informasi riset pasar memberikan kemampuan dalam bidang pemasaran untuk membantu manajer dalam membuat keputusan pemasaran yang lebih efektif. Sistem informasi riset pasar juga memberikan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan mengendalikan proyek riset pasar dari perusahaan. Komputer dan perangkat lunak analisa statistik membantu kegiatan riset pasar dalam mengumpulkan, menganalisa, dan mengolah informasi dari variabel-variabel pasar yang meliputi informasi mengenai pelanggan, peluang pasar, konsumen, dan pesaing. f. Manajemen Pemasaran Manajer pemasaran menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk mengembangkan rencana jangka pendek dan jangka panjang dari penjualan produk, keuntungan, dan perkembangannya. Sistem informasi berbasis komputer juga menyediakan umpan balik dan analisa yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan pada setiap kegiatan pemasaran. Model pemasaran dalam sistem pendukung pengambilan keputusan juga digunakan untuk mengetahui dampak dari alternatif rencana pemasaran. 3. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR Sistem informasi manufaktur mendukung fungsi operasi atau produksi meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian dari proses yang menghasilkan barang atau jasa. Fungsi operasi atau produksi berhubungan dengan manajemen dari sistem operasional perusahaan. Perencanaan dan pengendalian sistem informasi digunakan untuk manajemen operasi dan proses transaksi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. a. Computer Integrated Manufacturing (CIM) Sistem informasi manufaktur berbasis komputer menggunakan beberapa teknik dalam mendukung CIM. CIM adalah konsep yang menekankan bahwa tujuan dari penggunaan komputer dalam automasi pabrik harus : · Dapat mempermudah proses produksi, disain produk, dan pengorganisasian pabrik sebagai landasan utama dalam proses automasi dan integrasi. · Dapat mengautomasi proses produksi dan fungsi bisnis yang mendukung dengan bantuan komputer dan robot. · Dapat mengintegrasikan semua produksi dan proses pendukung menggunakan komputer dan jaringan telekomunikasi. b. Pengendalian Proses Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang berlangsung. Pengendalian proses dengan komputer biasa digunakan untuk mengendalikan proses fisik dalam penyulingan minyak, pabrik semen, pabrik kimia, dan lain sebagainya. Program pengendalian proses menggunakan model matematika untuk menganalisa data yang dibangkitkan oleh proses yang sedang berjalan dan membandingkannya dengan standar yang sudah ada atau peramalan permintaan. c. Pengendali Mesin Pengendali mesin adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan gerakan mesin, dikenal juga sebagai Numerical Control. Pengendali peralatan mesin dalam pabrik merupakan sebuah bentuk aplikasi dari Numerical Control. Program komputer numerikal kontrol untuk peralatan mesin mengubah data geometrik dari gambar teknik dan instruksi mesin dari rencana proses kedalam kode numerik sebagai perintah untuk mengendalikan kerja mesin. Pengendali mesin dapat melibatkan penggunaan mikrokomputer dengan kemampuan khusus yang disebut dengan Programable logic controllers (PLCs). Alat ini mengoperasikan satu atau lebih mesin sesuai dengan petunjuk dari program Numerical Control. Proses sistem pengendalian komputer dapat dilihat pada gambar dibawah ini. d. Robotik Sebuah perkembangan penting dalam pengendalian mesin dan Computer Aided Manufacturing (CAM) adalah pembuatan dari mesin pintar (smart machine) dan robot. Alat ini mengendalikan secara langsung aktivitas mereka sendiri dengan bantuan mikrokomputer. Robotik adalah teknologi dalam membuat dan menggunakan mesin dengan kepandaian komputer dan pengandalian komputer dengan kemampuan fisik seperti manusia. e. Computer Aided Engineering (CAE) Teknik manufaktur menggunakan CAE untuk menstimulasi, menganalisa, dan mengevaluasi model-model dari desain produk yang telah dikembangkan dengan menggunakan metode Computer Aided Design (CAD) sedangkan engineering workstations digunakan untuk menganalisa dan mendesain produk serta fasilitas manufaktur. 4. SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA Fungsi manajemen sumber daya manusia melibatkan kegiatan perekrutan, penempatan, evaluasi, kompensasi, dan pengembangan tenaga kerja di suatu organisasi. Pada dasarnya, bisnis menggunakan sisitem informasi berbasis komputer adalah untuk (1) menghasilkan cek pembayaran dan laporan daftar gaji, (2) memelihara catatan personel, dan (3) menganalisa personel dalam operasi bisnis a. Pelatihan dan Pengembangan Sistem informasi membantu manajer sumber daya manusia dalam perencanaan dan pengendalian perekrutan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja dengan menganalisa program masa lalu yang sukses. b. Analisa Kompensasi Sistem informasi membantu menganalisa jangkauan dan distribusi dan kompensasi tenaga kerja (upah, gaji, pembayaran insentif, dan keuntungan tambahan) dalam sebuah perusahaan dan membuat perbandingan pembayaran kompensasi pada perusahaan yang serupa dengan indikator ekonomi yang bervariasi. 5. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Sistem informasi akuntasi merupakan sistem informasi yang paling banyak digunakan dalam kegiatan bisnis. Sistem informasi ini mencatat dan melaporkan semua transaksi bisnis dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Sistem informasi akuntansi digunakan berdasarkan atas Double Entry Bookkeeping Concepts dan konsep akuntansi umum lainnya seperti pertanggungjawaban keuangan dan perhitungan keuntungan. Ruang lingkup sistem informasi akuntansi meliputi : · Proses pemesanan · Pengendalian persediaan · Laporan penerimaan · Laporan pembayaran · Sistem upah
a. Proses Pemesanan Proses pemesanan adalah sistem proses transaksi yang penting untuk mengetahui proses permintaan pelanggan agar dapat menghasilkan data yang dibutuhkan bagi analisa penjualan dan pengendalian persediaan. Sistem proses pemesanan penjualan berbasis komputer memberikan kecepatan, keakuratan, metode yang efesien untuk mengetahui permintaan pelanggan dan transaksi penjualan, dan memberikan sistem pengendalian persediaan. b. Pengendalian Persediaan Sistem pengendalian persediaan menggambarkan proses perubahan dari item-item persediaan. Data mengenai permintaan pelanggan diterima dari sistem proses pemesanan, sistem pengendalian persediaan berbasis komputer memberikan pelayanan berkualitas pada pelanggan disamping meminimasikan investasi dan biaya dalam persediaan. Aliran data dalam sistem pengendalian persediaan dapat dilihat pada gambar 4.2 c. Sistem Upah Sistem pembayaran upah/gaji menerima dan mengolah data dari kartu kerja dan catatan kerja pegawai. Sistem ini menghasilkan catatan pembayaran upah dan laporan analisa pegawai. Sistem pembayaran upah berbasis komputer membantu manajemen perusahaan dalam memberikan laporan analisa biaya tenaga kerja dan produktivitas. 6. SISTEM INFORMASI KEUANGAN Sistem informasi keuangan berbasis komputer mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang berkenaan dengan (1) keuangan bisnis dan (2) pengalokasian dan pengendalian sumber daya keuangan. Kategori utama dari sistem informasi keuangan antara lain meliputi : · Cash And Securities Management · Capital Budgeting · Financial Forecasting · Financial Planning
7. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas. Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya. Oleh karena itu, unsur 'integrasi' itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP. Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat 'machine fault' dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice' proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok di gudang dan sebagainya. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, maka industri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umum terbaik) yang berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh system ERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita. Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems : 1. Item Master Management (IMM) 2. Bill Of Material (BOM) 3. Demand Management (DM) 4. Sales and Order Management (SOM) 5. Master Production Scheduling (MPS) 6. Material Requirements Planning (MRP) 7. Capacity Requirement Planning 8. Inventory Mangement (INV) 9. Shop Floor Control (SFC) 10. Purchasing Management (PUR) 11. General Ledger (GL) 12. Account Payable (AP) 13. Account Receivable (AR) 14. Cost Control (CO) 15. Financial Reporting (FIR)
a. Manajemen Penjualan Sistem ini menyediakan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan memonitor kegiatan penjualan perusahaan. Sistem ini juga menghasilkan laporan analisa penjualan yang digunakan untuk menganalisa penjualan berdasarkan produk, lini produksi, pelanggan, tipe pelanggan, tenaga pemasaran, dan daerah pemasaran. b. Manajemen Produksi Manajemen produksi membutuhkan informasi untuk merencanakan dan mengendalikan spesifikasi produk, lini produksi dan merk. Sistem berbasis komputer digunakan untuk mengevaluasi aliran produksi dan kemungkinan keberhasilan dari produk yang dihasilkan. c. Promosi Manajer pemasaran membutuhkan informasi untuk membantu pencapaian penjualan yang obyektif dengan biaya promosi yang serendah mungkin. Komputer menggunakan informasi riset pasar dan model promosi untuk membantu (1) memilih metode dan media promosi, (2) mengalokasikan sumber keuangan, dan (3) mengendalikan dan mengevaluasi hasil penjualan. d. Peramalan Penjualan Fungsi dasar dari peramalan penjualan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu peramalan jangka pendek dan peramalan jangka panjang. Peramalan jangka pendek berhubungan dengan penjualan untuk periode sampai dengan 1 tahun, sedangkan peramalan jangka panjang menitikberatkan pada peramalan penjualan untuk periode di atas 1 tahun. Manajer pemasaran menggunakan data riset pemasaran, data historis penjualan, rencana promosi, dan model statistik peramalan untuk menghasilkan peramalan jangka pendek dan jangka panjang. e. Riset Pasar Sistem informasi riset pasar memberikan kemampuan dalam bidang pemasaran untuk membantu manajer dalam membuat keputusan pemasaran yang lebih efektif. Sistem informasi riset pasar juga memberikan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan mengendalikan proyek riset pasar dari perusahaan. Komputer dan perangkat lunak analisa statistik membantu kegiatan riset pasar dalam mengumpulkan, menganalisa, dan mengolah informasi dari variabel-variabel pasar yang meliputi informasi mengenai pelanggan, peluang pasar, konsumen, dan pesaing. f. Manajemen Pemasaran Manajer pemasaran menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk mengembangkan rencana jangka pendek dan jangka panjang dari penjualan produk, keuntungan, dan perkembangannya. Sistem informasi berbasis komputer juga menyediakan umpan balik dan analisa yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan pada setiap kegiatan pemasaran. Model pemasaran dalam sistem pendukung pengambilan keputusan juga digunakan untuk mengetahui dampak dari alternatif rencana pemasaran. 3. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR Sistem informasi manufaktur mendukung fungsi operasi atau produksi meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian dari proses yang menghasilkan barang atau jasa. Fungsi operasi atau produksi berhubungan dengan manajemen dari sistem operasional perusahaan. Perencanaan dan pengendalian sistem informasi digunakan untuk manajemen operasi dan proses transaksi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. a. Computer Integrated Manufacturing (CIM) Sistem informasi manufaktur berbasis komputer menggunakan beberapa teknik dalam mendukung CIM. CIM adalah konsep yang menekankan bahwa tujuan dari penggunaan komputer dalam automasi pabrik harus : · Dapat mempermudah proses produksi, disain produk, dan pengorganisasian pabrik sebagai landasan utama dalam proses automasi dan integrasi. · Dapat mengautomasi proses produksi dan fungsi bisnis yang mendukung dengan bantuan komputer dan robot. · Dapat mengintegrasikan semua produksi dan proses pendukung menggunakan komputer dan jaringan telekomunikasi. b. Pengendalian Proses Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang berlangsung. Pengendalian proses dengan komputer biasa digunakan untuk mengendalikan proses fisik dalam penyulingan minyak, pabrik semen, pabrik kimia, dan lain sebagainya. Program pengendalian proses menggunakan model matematika untuk menganalisa data yang dibangkitkan oleh proses yang sedang berjalan dan membandingkannya dengan standar yang sudah ada atau peramalan permintaan. c. Pengendali Mesin Pengendali mesin adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan gerakan mesin, dikenal juga sebagai Numerical Control. Pengendali peralatan mesin dalam pabrik merupakan sebuah bentuk aplikasi dari Numerical Control. Program komputer numerikal kontrol untuk peralatan mesin mengubah data geometrik dari gambar teknik dan instruksi mesin dari rencana proses kedalam kode numerik sebagai perintah untuk mengendalikan kerja mesin. Pengendali mesin dapat melibatkan penggunaan mikrokomputer dengan kemampuan khusus yang disebut dengan Programable logic controllers (PLCs). Alat ini mengoperasikan satu atau lebih mesin sesuai dengan petunjuk dari program Numerical Control. Proses sistem pengendalian komputer dapat dilihat pada gambar dibawah ini. d. Robotik Sebuah perkembangan penting dalam pengendalian mesin dan Computer Aided Manufacturing (CAM) adalah pembuatan dari mesin pintar (smart machine) dan robot. Alat ini mengendalikan secara langsung aktivitas mereka sendiri dengan bantuan mikrokomputer. Robotik adalah teknologi dalam membuat dan menggunakan mesin dengan kepandaian komputer dan pengandalian komputer dengan kemampuan fisik seperti manusia. e. Computer Aided Engineering (CAE) Teknik manufaktur menggunakan CAE untuk menstimulasi, menganalisa, dan mengevaluasi model-model dari desain produk yang telah dikembangkan dengan menggunakan metode Computer Aided Design (CAD) sedangkan engineering workstations digunakan untuk menganalisa dan mendesain produk serta fasilitas manufaktur. 4. SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA Fungsi manajemen sumber daya manusia melibatkan kegiatan perekrutan, penempatan, evaluasi, kompensasi, dan pengembangan tenaga kerja di suatu organisasi. Pada dasarnya, bisnis menggunakan sisitem informasi berbasis komputer adalah untuk (1) menghasilkan cek pembayaran dan laporan daftar gaji, (2) memelihara catatan personel, dan (3) menganalisa personel dalam operasi bisnis a. Pelatihan dan Pengembangan Sistem informasi membantu manajer sumber daya manusia dalam perencanaan dan pengendalian perekrutan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja dengan menganalisa program masa lalu yang sukses. b. Analisa Kompensasi Sistem informasi membantu menganalisa jangkauan dan distribusi dan kompensasi tenaga kerja (upah, gaji, pembayaran insentif, dan keuntungan tambahan) dalam sebuah perusahaan dan membuat perbandingan pembayaran kompensasi pada perusahaan yang serupa dengan indikator ekonomi yang bervariasi. 5. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Sistem informasi akuntasi merupakan sistem informasi yang paling banyak digunakan dalam kegiatan bisnis. Sistem informasi ini mencatat dan melaporkan semua transaksi bisnis dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Sistem informasi akuntansi digunakan berdasarkan atas Double Entry Bookkeeping Concepts dan konsep akuntansi umum lainnya seperti pertanggungjawaban keuangan dan perhitungan keuntungan. Ruang lingkup sistem informasi akuntansi meliputi : · Proses pemesanan · Pengendalian persediaan · Laporan penerimaan · Laporan pembayaran · Sistem upah
a. Proses Pemesanan Proses pemesanan adalah sistem proses transaksi yang penting untuk mengetahui proses permintaan pelanggan agar dapat menghasilkan data yang dibutuhkan bagi analisa penjualan dan pengendalian persediaan. Sistem proses pemesanan penjualan berbasis komputer memberikan kecepatan, keakuratan, metode yang efesien untuk mengetahui permintaan pelanggan dan transaksi penjualan, dan memberikan sistem pengendalian persediaan. b. Pengendalian Persediaan Sistem pengendalian persediaan menggambarkan proses perubahan dari item-item persediaan. Data mengenai permintaan pelanggan diterima dari sistem proses pemesanan, sistem pengendalian persediaan berbasis komputer memberikan pelayanan berkualitas pada pelanggan disamping meminimasikan investasi dan biaya dalam persediaan. Aliran data dalam sistem pengendalian persediaan dapat dilihat pada gambar 4.2 c. Sistem Upah Sistem pembayaran upah/gaji menerima dan mengolah data dari kartu kerja dan catatan kerja pegawai. Sistem ini menghasilkan catatan pembayaran upah dan laporan analisa pegawai. Sistem pembayaran upah berbasis komputer membantu manajemen perusahaan dalam memberikan laporan analisa biaya tenaga kerja dan produktivitas. 6. SISTEM INFORMASI KEUANGAN Sistem informasi keuangan berbasis komputer mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang berkenaan dengan (1) keuangan bisnis dan (2) pengalokasian dan pengendalian sumber daya keuangan. Kategori utama dari sistem informasi keuangan antara lain meliputi : · Cash And Securities Management · Capital Budgeting · Financial Forecasting · Financial Planning
7. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas. Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya. Oleh karena itu, unsur 'integrasi' itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP. Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat 'machine fault' dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice' proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok di gudang dan sebagainya. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, maka industri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umum terbaik) yang berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh system ERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita. Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems : 1. Item Master Management (IMM) 2. Bill Of Material (BOM) 3. Demand Management (DM) 4. Sales and Order Management (SOM) 5. Master Production Scheduling (MPS) 6. Material Requirements Planning (MRP) 7. Capacity Requirement Planning 8. Inventory Mangement (INV) 9. Shop Floor Control (SFC) 10. Purchasing Management (PUR) 11. General Ledger (GL) 12. Account Payable (AP) 13. Account Receivable (AR) 14. Cost Control (CO) 15. Financial Reporting (FIR)
Rangkuman SCM
RANGKUMAN SCM
Nama : RISCA SEPTIANA
Kelas : Teknik Informatika-2a
NPM : 1083170
1. Beberapa pengertian SCM menurut para ahli adalah :
• Menurut Kopezak
SCM adalah sekelompok entitas yang didalamnya terdapat penyedia jasa logistic, perusahaan monufaktur, distributor dan penjual yang digunakan untuk mengalirkan material, produk dan informasi.
• Menurut Lee dan Ng
SCM merupakan jaringan entitas yang dimulai adari pemasok dan berakhir pada konsumen akhir yang digunakan untuk memproduksi.
• Menurut Simchi- Levi et al. 2000
Scm merupakan serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan supplier, manufacturers dan warehouses dan retails secara efisien sehinga produk adapt dihasilkan dan didistribusikan dalam jumlah, waktu dan tempat yang tepat dengan tujuan untuk meminimalisasi ongkos secara keseluruhan dan meningkatkan tingkat pelayanan (service level). Supply chain mencangkup kesemua fungsi yang terlibat dalam penerimaan dan pemenuhan permintaan customer yang melibatkan keseluruhan entitas mulai dari hulu ke hilir yang terlibat dalam rantai supply.
Sedangkan pengertian SCM itu sendiri adalah sekelompok entitas yang didalamnya terdapat penyedia jasa logistic, perusahaan manufaktur, distributor dan penjual yang digunakan untuk mengalirkan material, produk dan informasi.
2. Konsep dasar SCM adalah merupakan sekumpulan pendekatan yang digunakan secara efisien untuk mengintegrasikan supplier, manufacturer dan warehouses dan retail sehingga produk dapat dihasilkan dan didistribusikan dalam jumlah, waktu dan waktu yang tepat dengan tujuan untuk meminimalisasikan cost secara keseluruahan dan meningkatkan service level requirements.
3. Tujuan SCM adalah
• Menurunkan biaya inventory dengan cara prediktif demand dan scheduling produksi yang lebih akurat.
• Mengurangi biaya produksi keseluruhan dengan mengefektifkan aliran barang dalam proses produksi dan dengan meningakatkan aliran informasi antara interprice, supplier dan distributornya.
• Meningkatkan customer satisfaction dengan cara menawarkan produk lebih berkualitas, variasi, produk yang banyak, respon terhadap customer yang cepat.
4. Fungsi SCM adalah
• SCM secara fisik mengkonversi bagian baku menjadi prodk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir. Yang berkaitan dengan ongkos-ongkos fisik yaitu ongkos material, ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi.
• SCM sebagai mediasi pasar yakni memastikan bahwa apa yang disupply oleh supply chain mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut.
5. Alas an diperlukanya SCM
• Perusahaan-perusahaan yang berada dalam satu supply chain pada intinya ingin memuaskan konsumen akhir yang sama.
• Membuat produk yang murah melaliu kerjasama antar pelaku sepanjang rantai supply.
• Mengirimkan produk tepat waktu.
• Membuat produk dengan kualitas yang berkualitas.
• Mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama antar pelaku sepanjang rantai supply.
• Persaingan terjadi antara network/supply chai, sehingga diperlukan SCM.
6. Latar belakang munculnya supply chain management dilator belakangi oleh praktek tradisional dalam bisnis serta perubahan lingkungan bisnis.
7. Perbedaan manajement logistic dan management SC adalah
a. Management logistik
• Mengutamakan pengelolaan termasuk arus barang dalam perusahaan
• Berorientasi pada perencanaan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal arus barang dan informasi dari seluruh perusahaan
b. Management supply chain
• Mengutamakan arus barang antar perusahaan , sejak paling hulu sampai paling hilir
• Atas dasar kerangka kerja ini mengusahaakan hubungan dan kordinasi antar proses dari perusahaan-perusahaan lain dalam bisnis pipe lines mulai dari supplier sampai kepada pelanggan.
Nama : RISCA SEPTIANA
Kelas : Teknik Informatika-2a
NPM : 1083170
1. Beberapa pengertian SCM menurut para ahli adalah :
• Menurut Kopezak
SCM adalah sekelompok entitas yang didalamnya terdapat penyedia jasa logistic, perusahaan monufaktur, distributor dan penjual yang digunakan untuk mengalirkan material, produk dan informasi.
• Menurut Lee dan Ng
SCM merupakan jaringan entitas yang dimulai adari pemasok dan berakhir pada konsumen akhir yang digunakan untuk memproduksi.
• Menurut Simchi- Levi et al. 2000
Scm merupakan serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan supplier, manufacturers dan warehouses dan retails secara efisien sehinga produk adapt dihasilkan dan didistribusikan dalam jumlah, waktu dan tempat yang tepat dengan tujuan untuk meminimalisasi ongkos secara keseluruhan dan meningkatkan tingkat pelayanan (service level). Supply chain mencangkup kesemua fungsi yang terlibat dalam penerimaan dan pemenuhan permintaan customer yang melibatkan keseluruhan entitas mulai dari hulu ke hilir yang terlibat dalam rantai supply.
Sedangkan pengertian SCM itu sendiri adalah sekelompok entitas yang didalamnya terdapat penyedia jasa logistic, perusahaan manufaktur, distributor dan penjual yang digunakan untuk mengalirkan material, produk dan informasi.
2. Konsep dasar SCM adalah merupakan sekumpulan pendekatan yang digunakan secara efisien untuk mengintegrasikan supplier, manufacturer dan warehouses dan retail sehingga produk dapat dihasilkan dan didistribusikan dalam jumlah, waktu dan waktu yang tepat dengan tujuan untuk meminimalisasikan cost secara keseluruahan dan meningkatkan service level requirements.
3. Tujuan SCM adalah
• Menurunkan biaya inventory dengan cara prediktif demand dan scheduling produksi yang lebih akurat.
• Mengurangi biaya produksi keseluruhan dengan mengefektifkan aliran barang dalam proses produksi dan dengan meningakatkan aliran informasi antara interprice, supplier dan distributornya.
• Meningkatkan customer satisfaction dengan cara menawarkan produk lebih berkualitas, variasi, produk yang banyak, respon terhadap customer yang cepat.
4. Fungsi SCM adalah
• SCM secara fisik mengkonversi bagian baku menjadi prodk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir. Yang berkaitan dengan ongkos-ongkos fisik yaitu ongkos material, ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi.
• SCM sebagai mediasi pasar yakni memastikan bahwa apa yang disupply oleh supply chain mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut.
5. Alas an diperlukanya SCM
• Perusahaan-perusahaan yang berada dalam satu supply chain pada intinya ingin memuaskan konsumen akhir yang sama.
• Membuat produk yang murah melaliu kerjasama antar pelaku sepanjang rantai supply.
• Mengirimkan produk tepat waktu.
• Membuat produk dengan kualitas yang berkualitas.
• Mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama antar pelaku sepanjang rantai supply.
• Persaingan terjadi antara network/supply chai, sehingga diperlukan SCM.
6. Latar belakang munculnya supply chain management dilator belakangi oleh praktek tradisional dalam bisnis serta perubahan lingkungan bisnis.
7. Perbedaan manajement logistic dan management SC adalah
a. Management logistik
• Mengutamakan pengelolaan termasuk arus barang dalam perusahaan
• Berorientasi pada perencanaan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal arus barang dan informasi dari seluruh perusahaan
b. Management supply chain
• Mengutamakan arus barang antar perusahaan , sejak paling hulu sampai paling hilir
• Atas dasar kerangka kerja ini mengusahaakan hubungan dan kordinasi antar proses dari perusahaan-perusahaan lain dalam bisnis pipe lines mulai dari supplier sampai kepada pelanggan.
Kamis, 29 Oktober 2009
RESUME BAB 2
PENGEMBANGAN SISTEM
Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu:
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Dapat berupa:
a. Ketidakberesan
b. Pertumbuhan organisasi
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
3. Adanya instruksi-instruksi (directives)
Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru, yaitu meningkatkan :
a. Performance (kinerja)
b. Information (informasi),
c. Economy (ekonomis),
d. Control (pengendalian),
e. Services (pelayanan)
f. Efficiency (efisiensi),
2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
1. Sistem yang dikembangkan untuk manajemen
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
3. ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut :
a. HIPO diagram.
b. Data Flow diagram.
c. Structured chart.
d. SADT diagram.
e. Warnier/Orr diagram.
f. Jackson’s diagram.
Bagan diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting).
2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting).
3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting).
4. SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)
Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:
1. Analisis Sistem
2. Perancangan Sistem
3. Pembangunan dan Testing Sistem
4. Implementasi Sistem
5. Operasi dan Perawatan
6. Evaluasi Sistem
5. ANALISIS SISTEM
Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.
Analisis Sistem Pemrogram
Pemrogram
1. Tanggung jawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
2. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknologi komputer, sistem komputer, utilities dan bahasa-bahasa pemrogram yang diperlukan.
3. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
4. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) programnya.
7. PERANCANGAN SISTEM
Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.
Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.
Analis Sistem
1. Tanggung jawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja, tetapi pada sistem secara keseluruhan.
2. Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknologi komputer, tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
3. Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar.
4. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas pada sesama analis sistem, pemrogram tetapi juga pemakai sistem dan manajer.
Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu:
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Dapat berupa:
a. Ketidakberesan
b. Pertumbuhan organisasi
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
3. Adanya instruksi-instruksi (directives)
Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru, yaitu meningkatkan :
a. Performance (kinerja)
b. Information (informasi),
c. Economy (ekonomis),
d. Control (pengendalian),
e. Services (pelayanan)
f. Efficiency (efisiensi),
2. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
1. Sistem yang dikembangkan untuk manajemen
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
3. ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut :
a. HIPO diagram.
b. Data Flow diagram.
c. Structured chart.
d. SADT diagram.
e. Warnier/Orr diagram.
f. Jackson’s diagram.
Bagan diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting).
2. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting).
3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting).
4. SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)
Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:
1. Analisis Sistem
2. Perancangan Sistem
3. Pembangunan dan Testing Sistem
4. Implementasi Sistem
5. Operasi dan Perawatan
6. Evaluasi Sistem
5. ANALISIS SISTEM
Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.
Analisis Sistem Pemrogram
Pemrogram
1. Tanggung jawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
2. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknologi komputer, sistem komputer, utilities dan bahasa-bahasa pemrogram yang diperlukan.
3. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
4. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) programnya.
7. PERANCANGAN SISTEM
Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.
Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.
Analis Sistem
1. Tanggung jawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja, tetapi pada sistem secara keseluruhan.
2. Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknologi komputer, tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
3. Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar.
4. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas pada sesama analis sistem, pemrogram tetapi juga pemakai sistem dan manajer.
Kamis, 22 Oktober 2009
Tugas Resume bab1 ANSI
RESUME BAB 1
Nama : Risca Septiana
Kelas : TI-2a
NPM : 1083170
1. KONSEP DASAR SISTEM
Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan/untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu
Prosedur adalah "rangkaian operasi klerikal (tulis-menulis), yang melibatkan beberapa orang di dalam satu/lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu". “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”
2. KARAKTERISTIK SISTEM
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu :
a. Komponen-Komponen (Components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian memiliki fungsi khusus.
b. Masukan (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Contoh adalah data.
c. Keluaran (Output)
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang berguna
d. Pengolah (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Contoh : sistem menjadi laporan-laporan keuangan.
e. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan. Goal meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan objectives meliputi ruang lingkup yang sempit.
3. KLASIFIKASI SISTEM
a. Sistem Tertentu (Deterministic System)
b. Sistem Probabilistik (Probabilistic System)
c. Sistem Terbuka (Open System)
d. Sistem Tertutup (Closed System)
e. Relatively Closed Sistem
f. Artificial System
g. Natural System
h. Manned Sistem
4. JENIS SISTEM
Pada dasarnya sistem dibagi dua jenis, yaitu sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya; kedua, sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya.
Sitem alami 1 system fisik 1. system molekul
2. sistem luar angkasa
2 sistem kehidupan 1. sisitem tumbuhan
2.sistem manusia
Sistem buatan manusia 1. sistem sosial (hukum)
2. Sistem organisasi (perpustakaan)
3. Sistem transportasi (udara, laut)
4. Sistem komunikasi (telepon)
5. Sistem produksi (pabrik)
6. Sistem keuangan
5. PELAKU SISTEM
Pelaku sistem terdiri dari tujuah kelompok, yaitu:
a. Pemakai
Pemakai adalah pelaku yang terpenting karena sistem diciptkaan untuk pemakai dan melalui komunikasi denganp mekai sistem dibuat dan dirancang hingga mencapai bentuk terakhir. dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
- Operasional
- Pengawas
- Eksekutif
b. Manajemen
c. Pemeriksa
d. Penganalisa Sistem
e. Pendesain Sistem
f. Pemrogram
g. Personil Pengoperasian
6. INFORMASI
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah/metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Data VS Informasi
a. Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang dihadapi
b. Data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.
c. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Definisi Informasi
Terdapat beberapa definisi informasi, antara lain:
a. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b. Sesuatu yang nyata/setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan/kejadian. Contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c. Menggorganisasikan data untuk membantu dalam pengambilan keputusan tertentu/untuk tindakan di masa yang akan datang/bukan berupa suatu tindakan untuk mencapai tujuan perusahaan (pilihan ini disebut juga dengan business decision making).
7. PENGOLAHAN DATA (DATA PROCESSING)
Pengolahan data merupakan masa/waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan.
Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :
Data input 1.recording
2.Coding
3.Storing
Data transformation 1.Calculating
2.Summarizing
3.Classifying 1.Categorizing
2.Sorting
3.Merging
4.Matching
Information Output 1.Displaying result
2.Reproducing
3.Telecommunicating
8. SIKLUS INFORMASI
Untuk memperoleh informasi maka akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle) /siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut:
Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh hal, yaitu :
a. Relevan (relevancy)
b. Akurat (accuracy)
c. Tepat waktu (timeliness)
d. Ekonomis (Economy)
e. Efisien (Efficiency)
f. Dapat dipercaya (Reliability)
9. ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Tahapan dalam menganalisis sistem :
a. Definisikan masalahnya
b. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
c. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut ?. Pilihan apa saja yang tersedia untuk memperbaiki sistem, berapa biayanya serta apakah hal tersebut dapat diterapkan ?.
d. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya.
e. Terapkan alternatif tersebut.
f. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem.
10. GLOBALISASI EKONOMI
Pengaruh globalisasi ekonomi terhadap para pemain dalam permainan sistem:
- Sistem informasi dan aplikasi komputer harus diinternasionalkan.
- Kebanyakan sistem informasi pada akhirnya memerlukan konsolidasi informasi untuk analisis performa dan pembuatan keputusan.
a. E-Commerce dan E-Business
b. Keamanan dan Privasi
c. Kolaborasi dan Rekanan
d. Manajemen Aset Pengetahuan
e. Continous Improvement dan Total Quality Management
f. Desain ulang proses bisnis
g. Aplikasi Enterprise
NOTE :
ERP (Enterprise Resource Planning), aplikasi perangkat lunak yang mengintegrasikan secara penuh sistem informasi yang mencakup sebagian besar/semua fungsi bisnis inti dan mendasar (termasuk transaksi dan informasi manajemen untuk fungsi-fungsi bisnis tersebut).
SCM (Supply Chain Management), aplikasi perangkat lunak yang mengoptimalkan proses bisnis untuk memperoleh bahan mentah melalui distribusi produk yang telah selesai dengan mengintegrasikan secara langsung sistem informasi logistik organisasi dengan penyuplai dan distributornya.
CRM (Customer Relationship Management), aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pelanggan dengan akses ke proses bisnis dari permintaan awal melalui layanan dan dukungan penjualan pasca penjualan.
Nama : Risca Septiana
Kelas : TI-2a
NPM : 1083170
1. KONSEP DASAR SISTEM
Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan/untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu
Prosedur adalah "rangkaian operasi klerikal (tulis-menulis), yang melibatkan beberapa orang di dalam satu/lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu". “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”
2. KARAKTERISTIK SISTEM
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu :
a. Komponen-Komponen (Components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian memiliki fungsi khusus.
b. Masukan (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Contoh adalah data.
c. Keluaran (Output)
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang berguna
d. Pengolah (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Contoh : sistem menjadi laporan-laporan keuangan.
e. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan. Goal meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan objectives meliputi ruang lingkup yang sempit.
3. KLASIFIKASI SISTEM
a. Sistem Tertentu (Deterministic System)
b. Sistem Probabilistik (Probabilistic System)
c. Sistem Terbuka (Open System)
d. Sistem Tertutup (Closed System)
e. Relatively Closed Sistem
f. Artificial System
g. Natural System
h. Manned Sistem
4. JENIS SISTEM
Pada dasarnya sistem dibagi dua jenis, yaitu sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya; kedua, sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya.
Sitem alami 1 system fisik 1. system molekul
2. sistem luar angkasa
2 sistem kehidupan 1. sisitem tumbuhan
2.sistem manusia
Sistem buatan manusia 1. sistem sosial (hukum)
2. Sistem organisasi (perpustakaan)
3. Sistem transportasi (udara, laut)
4. Sistem komunikasi (telepon)
5. Sistem produksi (pabrik)
6. Sistem keuangan
5. PELAKU SISTEM
Pelaku sistem terdiri dari tujuah kelompok, yaitu:
a. Pemakai
Pemakai adalah pelaku yang terpenting karena sistem diciptkaan untuk pemakai dan melalui komunikasi denganp mekai sistem dibuat dan dirancang hingga mencapai bentuk terakhir. dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
- Operasional
- Pengawas
- Eksekutif
b. Manajemen
c. Pemeriksa
d. Penganalisa Sistem
e. Pendesain Sistem
f. Pemrogram
g. Personil Pengoperasian
6. INFORMASI
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah/metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Data VS Informasi
a. Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang dihadapi
b. Data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.
c. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Definisi Informasi
Terdapat beberapa definisi informasi, antara lain:
a. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b. Sesuatu yang nyata/setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan/kejadian. Contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c. Menggorganisasikan data untuk membantu dalam pengambilan keputusan tertentu/untuk tindakan di masa yang akan datang/bukan berupa suatu tindakan untuk mencapai tujuan perusahaan (pilihan ini disebut juga dengan business decision making).
7. PENGOLAHAN DATA (DATA PROCESSING)
Pengolahan data merupakan masa/waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan.
Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :
Data input 1.recording
2.Coding
3.Storing
Data transformation 1.Calculating
2.Summarizing
3.Classifying 1.Categorizing
2.Sorting
3.Merging
4.Matching
Information Output 1.Displaying result
2.Reproducing
3.Telecommunicating
8. SIKLUS INFORMASI
Untuk memperoleh informasi maka akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle) /siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut:
Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh hal, yaitu :
a. Relevan (relevancy)
b. Akurat (accuracy)
c. Tepat waktu (timeliness)
d. Ekonomis (Economy)
e. Efisien (Efficiency)
f. Dapat dipercaya (Reliability)
9. ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Tahapan dalam menganalisis sistem :
a. Definisikan masalahnya
b. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
c. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut ?. Pilihan apa saja yang tersedia untuk memperbaiki sistem, berapa biayanya serta apakah hal tersebut dapat diterapkan ?.
d. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya.
e. Terapkan alternatif tersebut.
f. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem.
10. GLOBALISASI EKONOMI
Pengaruh globalisasi ekonomi terhadap para pemain dalam permainan sistem:
- Sistem informasi dan aplikasi komputer harus diinternasionalkan.
- Kebanyakan sistem informasi pada akhirnya memerlukan konsolidasi informasi untuk analisis performa dan pembuatan keputusan.
a. E-Commerce dan E-Business
b. Keamanan dan Privasi
c. Kolaborasi dan Rekanan
d. Manajemen Aset Pengetahuan
e. Continous Improvement dan Total Quality Management
f. Desain ulang proses bisnis
g. Aplikasi Enterprise
NOTE :
ERP (Enterprise Resource Planning), aplikasi perangkat lunak yang mengintegrasikan secara penuh sistem informasi yang mencakup sebagian besar/semua fungsi bisnis inti dan mendasar (termasuk transaksi dan informasi manajemen untuk fungsi-fungsi bisnis tersebut).
SCM (Supply Chain Management), aplikasi perangkat lunak yang mengoptimalkan proses bisnis untuk memperoleh bahan mentah melalui distribusi produk yang telah selesai dengan mengintegrasikan secara langsung sistem informasi logistik organisasi dengan penyuplai dan distributornya.
CRM (Customer Relationship Management), aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pelanggan dengan akses ke proses bisnis dari permintaan awal melalui layanan dan dukungan penjualan pasca penjualan.
Langganan:
Postingan (Atom)

