Selasa, 26 Oktober 2010

Catatan Praktikum Bab1

Sedikit catatan Mengenai Praktikum Mobile Programing Bab 1
tanggal 23 Oktober 2010

memulai menggunakan toolkit
caranya yaitu dengan cara :

1. klik start kmudian pilih program selanjutnya pilih wirelles toolkit dan lalu create new project ..
isi nama dan midletnya.
contohnya nama= praktikum2
midletnya = praktikum

2. buka windows explore lalu pilih directory C;/, buka WTK25 lau apps selanjutnya buka nama telah kita buat tadi yakni praktukum2 lalu liat folder yang berada didalamnya yaitutepatnya di folder src.

3. kemudian membuat file dinotepad.

buat file dengan contoh latihan.java kemudian save dengan menggunakan tipe file "all" kemudian save file tersebut di folder src tadi .

Penginstalan JDK,Tollkit dan Netbeans serta Tugas Bab 1

1. Penginstallan Jdk

Berikut ini merupakan langkah – langkah yang harus dilakukan dalam menginstal Jdk :

1. Buka Program Jdk yang akan di install maka akan muncul jendela program berikut ini :





2. Penginstallan NetBeans

Berikut ini merupakan langkah – langkah yang harus dilakukan dalam menginstall program Netbeans :

1. Bukalah Program Netbeans sehingga akan muncul gambar berikut ini :

3. Penginstallan Sun Wireless Toolkit

Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam menginstall program Sun Wireless Toolkit adalah :

1. Bukalah program sun wireless toolkit yang akan diinstall sehingga akan muncul jendela berikut ini :

4. Contoh Program Menggunakan Sun Wireless Toolkit

Berikut ini adalah salah satu contoh program “Hello World” menggunakan Sun Wireless Toolkit :

1. Sebelum kita membuat program maka langkah pertama adalah membuka program netbean;


ffhMasukan Codingnya =

Maka Hasilnya =






Minggu, 24 Oktober 2010

Pengertian Mobile Programming

1. Pengertian J2ME
J2ME (Java 2 Micro Edition) merupakan subset dari J2SE yang ditujukan untuk implementasi pada peralatan embeded system dan handheld yang tidak mampu mendukung secara penuh implementasi menggunakan J2SE.

J2ME adalah teknologi Java yang diperuntukkan perngkat-perngakat kecil consumer device , terutama wireless. Bebrapa perangkat wireless antara lain PC, PDA, communicator, embedded device, smart card dan ponsel. Teknologi Java mungkin merupakan satu-satunya cara memprogram beberapa perangkat, berbagi logic antara perangkat dan server, pengantaran aplikasi secara dinamis, program yang kompak, lingkungan pengembangan yang aman dan cepat. J2ME memungkinkan perangkat lunak dapat di-download perangkat sekaligus memungkinkan layanan yang dapat disesuaikan di beragam perangkat. J2ME menyediakan platform standar untuk pengembangan perangkat wireless. J2ME terdiri atas perangkat-perangkat komponen sebagai berikut:

1. Java Virtual Machine (JVM), komponen untuk menjalankan program-program Java pada emulator atau handheld device.

2. Java Application Programming Interface (API), merupakan kumpulan library untuk menjalankan dan mengembangkan program Java pada Handheld Devices.

3. Tools lain untuk mengembangkan Java, semacam emulator Java Phone, Emulator Nokia, Emulator Siemens dan Emulator Motorola.



2. J2ME Configuration


J2ME Configuration mendefinisikan lingkungan kerja J2ME runtime. Oleh karena setiap handheld device memiliki fitur-fitur yang berbeda-beda, J2ME Configuration ini dirancang yaitu menyediakan library standar yang mengimplementasikan fitur standar dari sebuah Handled device.

Ada dua kategori J2ME Configuration yaitu :

a. CLDC ( Connected Limited Device Configuration )

Digunakan untuk aplikasi java pada perangkat-perangkat keras dengan ukuran memori yang sangat terbatas, yaitu pada kisaran 160 samapi 512 KiloBytes, seperti handphone, organizer atau PDA seperti PALM, Poket PC dan two way pagers.

b. CDC (Connected Device Configuration )

Digunakan untuk aplikasi Java pada Handheld devices dengan ukuran memori paling tidak 2 Megabytes, seperti : Internet TV, Nokia, Communicator dan car television.


3. J2ME Profile

J2ME Profile mengimplementasikan kemampuan / fitur lain yang sangat bergantung pada jenis handheld yang digunakan.

Ada lima kategori J2ME Profile saat ini, yakni :

a. Mobile Information Devise Profile

MIDP menyediakan librari-librari java untuk implementasi dasar antarmuka (GUI), imp-lementasi jaringan (networking), database dan timer. MIDP dirancang khususnya untuk wireless phone dan pager.

b. Foundation Profile

Profile dasar untuk non-GUI network device pada CDC

c. Personal Profil, RMI Profile, Personal Digital Assistant Profile

Standar grafik, Generasi selanjutnya dari lingkungan personal java, dan RMI yang support untuk CDC dan profile standart device.


4. Jenis-jenis aplikasi J2ME

Saat ini terdapat dua jenis aplikasi J2ME yaitu:

a. Walled garden application yaitu aplikasi yang berdiri sendiri atau standalone yang berjalan pada handphone tanpa perlu mengakses sumber data eksternal melalui jaringan pembawa atau carier network. Contoh dari aplikasi ini adalah kalkulator atau single player games.

b. Network aware application yaitu aplikasi yang berinteraksi dengan jaringan. Tidak seperti aplikasi pertama, aplikasi ini memiliki kemampuan untuk mengakses sumber daya eksternal. Contoh dari aplikasi jenis ini adalah aplikasi email yang berada pada handphone, aplikasi untuk mendapatkan kembali data alamat-alamat yang tersimpan melalui jaringan, dan pengiriman email berbagai alamat melalui jaringan data.


MIDlet


MIDlet merupakan aplikasi yang dijalankan pada sebuah perangkat handheld. MIDlet tidak berinteraksi langsung dengan hardware dari handheld devices, melainkan berinteraksi melalui AMS (Application Management Software). AMS inilah yang akan menerima sinyal dari MIDlet bahwa MIDlet akan dijalakan atau berhenti.

MIDP mendefinisikan kelas-kelas library berikut untuk membangun aplikasi:

a. Javax.microediton.midlet, merupkan package yang berisi kelas-kelas untuk mengatur daur hidup midlet.

b. Javax.microedition.lcdui, merupakan package yang berisi kelas-kelas yang user interface dan pemrograman GUI.

c. Javax.microedition.io, merupakan.package yang berisi kelas-kelas dan antarmuka untuk midp pemrograman jaringan.

d. Javax.io, java.lang and java.util, merupakan package yang berisi I/O, language dan kelas-kelas utility.


Daur Hidup MIDlet


Daur Hidup MIDlet terdiri dari :

a. Retrieval

AMS menerima MIDlet kemudian disimpan didalam memori. Media untuk mendowload MIDlet dapat berupa : Kabel serial, port IRDA, atau jaringan wireless.

b. Instalation

Setelah MIDlet di-download, AMS akan menginstall MIdlet Pada Device. Selama proses instalasi, MIDP akan menjamin MIDlet tidak melanggar akses security.

c. Version Management

AMS akan menyimpan semau informasi mengenai MIDlet yang telah diinstal termasuk informasi versinya. Ini akan berguna untuk meng-upgrade MIDletke versi baru.

d. Removal

AMS akan menghapus MIDlet dan membersihkan alokasi memori yang digunakan.

Setelah di-Launch oleh AMS Midlet akan berada dalam tiga status berikut :

a. Paused

Status ini terjadi ketika MIDlet selesai disosialisasikan dan tidak melakukan aksi apapun.

b. Active

Status ini terjadi ketika MIDlet sedang berjalan dengan normal, yakni setelah memanggil fungsi MIDlet.startApp()

c. Destroyed

Status ini terjadi ketika MIDlet berhenti berjalan (exit), sehingga seluruh sumber daya yang digunakan akan dibebaskan. Status ini terjadi ketika berhasil dilakukan pemanggilan fungsi MIDlet.destroyApp() atau MIDlet.notifyDestroyed().

Daur hidup pembangunan MIDlet terdiri dari :

a. Kompilasi dan pre-verifying.

b. Testing.

c. Packaging

Merupakan operasi terakhir untuk membungkus aplikasi MIDlet menjadi file JAR dan file JAD.

d. Running

Kamis, 19 November 2009

RESUME DATA FLOW DIAGRAM

Data flow diagram adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (Structure Analysis and Design). Atau lebih jelasnya DFD adalah teknik penggambaran atau pemodelan dengan menggunakan notasi-notasi grafis yang menunjukkan aliran informasi dan perubahanya yang diterapkan sebagai perubahan atau perpindahan data dari input ke output. DFD ini dapat terdiri dari entitas luar dan data store yang dihubungkan dengan aliran data. Proses dalam DFD ini digambarkan dengan sebuah lingkaran dan aliran data digambarkan dengan garis yang bertanda panah.
Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ataupun lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (Jogiyanto, HM, 2005 :700).
Kesatuan Luar
Merupakan kesatuan lingkungan di luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
Arus Data
Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini ditunjukkan dengan simbol panah.
Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Simpan data
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a. Suatu file atau database di sistem komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang
d. Suatu tabel acuan manual
e. Suatu agenda atau buku

RESUME FLOW MAP

Flowmap dikembangkan di tahun 1990, dimulai dengan pengembangan program simpel untuk aliran barang dan juga manusia di peta. program dikembangkan oleh Tom De Jong (Universitas Utrecht belanda) dengan Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu realisasi kerja sama penelitian.
Flowmap versi pertama ini dimaksudkan untuk perencanaan pengembangan spasial negara berkembang. sehingga spesifikasi untuk program ini haruslah sesuai dengan standar hari ini. program ini hanya membutuhkan PC DOS tipe IBM kompatibel dengan 640 kb ram, 5 mb disk dan grafis EGA. sangat minimalis tentunya.
dalam beberapa tahun, fungsionalitas terus bertambah dengan analisa untuk klustering spasial berdasarkan jenis dan bentuk aliran, kalkulasi jarak, analisa aksesibilitas dan medel grafitasional. versi terakhir DOS, yaitu 4.4 diluncurkan januari 1997
Di tahun yang sama program di porting ke windows 3.11 dan windows 95 dengan bantuan CSIR (Transportek division of the South African Council for Scientific and Industrial Research). tahun 2000, edisi profesional yang berbayar diluncurkan.
hampir semua software GIS umum hanya didesain untuk manajemen dan menampilkan data spasial. yang mana umumnya merupakan data yang terkait dengan satu lokasi di bumi, bisa titik, garis atau poligon. software semacam ini umumnya menyertakan tool analisa seperti overlay, buffer, dan map-algebra. Tetapi software semacam ini tidak mempunyai tools untuk menganalisa yang berkaitan dengan hubungan dua tempat yang berbeda, yang terkait dengan hubungan spasial seperti jarak dan aliran. disinilah Flowmap mengisi kekosongan tersebut.
Flowmap secara spesifik menghandel :
- menyimpan, menampilkan, analisa pola aliran spasial, seperti migrasi
- menghitung jarak, waktu tempuh, biaya transportasi menggunakan peta jaringan transportasi
- pemodelan wilayah pemasaran.
contoh aplikasi dari flowmap dapat dilihat di bawah ini :
Flowmap di Bisnis, rasionalisasi lokasi dealer MB
Membuat jaringan berbasis perjalanan berdasar peta isochrone
Flowmap mendukung eksport/import Mapinfo/MIF, arcview/Shp, penyimpanan data numeris di dbf, dan konversi hasil ke Bmp.

Kamis, 12 November 2009

Rangkuman Bab 3 ANSI

BAB 3 SISTEM INFORMASI FUNGSI BISNIS 1. KONSEP SUBSISTEM INFORMASI ORGANISASI Ketika perusahaan semakin berpengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup seluruh perusahaan, manajer di area-area tertentu mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan mereka. Pemasaran merupakan area pertama yang menerima pemikiran sistem informasi fungsional, dan banyak usaha dilakukan untuk menjelaskan cara penerapan komputer ke seluruh operasi pemasaran. Sistem Informasi Organisasi Sistem informasi dapat melaksanakan seluruh proses komputer perusahaan dari tugas pengolahan data hingga penyiapan informasi manajemen. Istilah enterprise resource planning (ERP) menjelaskan cara enterprise information system dikembangkan. Bahkan saat ini telah berkembang, dengan adanya Business-to-Consumer (B2C), Business-to-Business (B2B) dan E-Business. 2. SISTEM INFORMASI PEMASARAN Fungsi bisnis dalam pemasaran menitikberatkan pada perencanaan, promosi, penjualan produk, pengembangan pasar, dan pengembangan produk baru guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dengan demikian pemasaran dianggap sebagai fungsi penting dalam operasi bisnis suatu perusahaan.



a. Manajemen Penjualan Sistem ini menyediakan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan memonitor kegiatan penjualan perusahaan. Sistem ini juga menghasilkan laporan analisa penjualan yang digunakan untuk menganalisa penjualan berdasarkan produk, lini produksi, pelanggan, tipe pelanggan, tenaga pemasaran, dan daerah pemasaran. b. Manajemen Produksi Manajemen produksi membutuhkan informasi untuk merencanakan dan mengendalikan spesifikasi produk, lini produksi dan merk. Sistem berbasis komputer digunakan untuk mengevaluasi aliran produksi dan kemungkinan keberhasilan dari produk yang dihasilkan. c. Promosi Manajer pemasaran membutuhkan informasi untuk membantu pencapaian penjualan yang obyektif dengan biaya promosi yang serendah mungkin. Komputer menggunakan informasi riset pasar dan model promosi untuk membantu (1) memilih metode dan media promosi, (2) mengalokasikan sumber keuangan, dan (3) mengendalikan dan mengevaluasi hasil penjualan. d. Peramalan Penjualan Fungsi dasar dari peramalan penjualan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu peramalan jangka pendek dan peramalan jangka panjang. Peramalan jangka pendek berhubungan dengan penjualan untuk periode sampai dengan 1 tahun, sedangkan peramalan jangka panjang menitikberatkan pada peramalan penjualan untuk periode di atas 1 tahun. Manajer pemasaran menggunakan data riset pemasaran, data historis penjualan, rencana promosi, dan model statistik peramalan untuk menghasilkan peramalan jangka pendek dan jangka panjang. e. Riset Pasar Sistem informasi riset pasar memberikan kemampuan dalam bidang pemasaran untuk membantu manajer dalam membuat keputusan pemasaran yang lebih efektif. Sistem informasi riset pasar juga memberikan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan mengendalikan proyek riset pasar dari perusahaan. Komputer dan perangkat lunak analisa statistik membantu kegiatan riset pasar dalam mengumpulkan, menganalisa, dan mengolah informasi dari variabel-variabel pasar yang meliputi informasi mengenai pelanggan, peluang pasar, konsumen, dan pesaing. f. Manajemen Pemasaran Manajer pemasaran menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk mengembangkan rencana jangka pendek dan jangka panjang dari penjualan produk, keuntungan, dan perkembangannya. Sistem informasi berbasis komputer juga menyediakan umpan balik dan analisa yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan pada setiap kegiatan pemasaran. Model pemasaran dalam sistem pendukung pengambilan keputusan juga digunakan untuk mengetahui dampak dari alternatif rencana pemasaran. 3. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR Sistem informasi manufaktur mendukung fungsi operasi atau produksi meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian dari proses yang menghasilkan barang atau jasa. Fungsi operasi atau produksi berhubungan dengan manajemen dari sistem operasional perusahaan. Perencanaan dan pengendalian sistem informasi digunakan untuk manajemen operasi dan proses transaksi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. a. Computer Integrated Manufacturing (CIM) Sistem informasi manufaktur berbasis komputer menggunakan beberapa teknik dalam mendukung CIM. CIM adalah konsep yang menekankan bahwa tujuan dari penggunaan komputer dalam automasi pabrik harus : · Dapat mempermudah proses produksi, disain produk, dan pengorganisasian pabrik sebagai landasan utama dalam proses automasi dan integrasi. · Dapat mengautomasi proses produksi dan fungsi bisnis yang mendukung dengan bantuan komputer dan robot. · Dapat mengintegrasikan semua produksi dan proses pendukung menggunakan komputer dan jaringan telekomunikasi. b. Pengendalian Proses Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang berlangsung. Pengendalian proses dengan komputer biasa digunakan untuk mengendalikan proses fisik dalam penyulingan minyak, pabrik semen, pabrik kimia, dan lain sebagainya. Program pengendalian proses menggunakan model matematika untuk menganalisa data yang dibangkitkan oleh proses yang sedang berjalan dan membandingkannya dengan standar yang sudah ada atau peramalan permintaan. c. Pengendali Mesin Pengendali mesin adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan gerakan mesin, dikenal juga sebagai Numerical Control. Pengendali peralatan mesin dalam pabrik merupakan sebuah bentuk aplikasi dari Numerical Control. Program komputer numerikal kontrol untuk peralatan mesin mengubah data geometrik dari gambar teknik dan instruksi mesin dari rencana proses kedalam kode numerik sebagai perintah untuk mengendalikan kerja mesin. Pengendali mesin dapat melibatkan penggunaan mikrokomputer dengan kemampuan khusus yang disebut dengan Programable logic controllers (PLCs). Alat ini mengoperasikan satu atau lebih mesin sesuai dengan petunjuk dari program Numerical Control. Proses sistem pengendalian komputer dapat dilihat pada gambar dibawah ini. d. Robotik Sebuah perkembangan penting dalam pengendalian mesin dan Computer Aided Manufacturing (CAM) adalah pembuatan dari mesin pintar (smart machine) dan robot. Alat ini mengendalikan secara langsung aktivitas mereka sendiri dengan bantuan mikrokomputer. Robotik adalah teknologi dalam membuat dan menggunakan mesin dengan kepandaian komputer dan pengandalian komputer dengan kemampuan fisik seperti manusia. e. Computer Aided Engineering (CAE) Teknik manufaktur menggunakan CAE untuk menstimulasi, menganalisa, dan mengevaluasi model-model dari desain produk yang telah dikembangkan dengan menggunakan metode Computer Aided Design (CAD) sedangkan engineering workstations digunakan untuk menganalisa dan mendesain produk serta fasilitas manufaktur. 4. SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA Fungsi manajemen sumber daya manusia melibatkan kegiatan perekrutan, penempatan, evaluasi, kompensasi, dan pengembangan tenaga kerja di suatu organisasi. Pada dasarnya, bisnis menggunakan sisitem informasi berbasis komputer adalah untuk (1) menghasilkan cek pembayaran dan laporan daftar gaji, (2) memelihara catatan personel, dan (3) menganalisa personel dalam operasi bisnis a. Pelatihan dan Pengembangan Sistem informasi membantu manajer sumber daya manusia dalam perencanaan dan pengendalian perekrutan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja dengan menganalisa program masa lalu yang sukses. b. Analisa Kompensasi Sistem informasi membantu menganalisa jangkauan dan distribusi dan kompensasi tenaga kerja (upah, gaji, pembayaran insentif, dan keuntungan tambahan) dalam sebuah perusahaan dan membuat perbandingan pembayaran kompensasi pada perusahaan yang serupa dengan indikator ekonomi yang bervariasi. 5. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Sistem informasi akuntasi merupakan sistem informasi yang paling banyak digunakan dalam kegiatan bisnis. Sistem informasi ini mencatat dan melaporkan semua transaksi bisnis dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Sistem informasi akuntansi digunakan berdasarkan atas Double Entry Bookkeeping Concepts dan konsep akuntansi umum lainnya seperti pertanggungjawaban keuangan dan perhitungan keuntungan. Ruang lingkup sistem informasi akuntansi meliputi : · Proses pemesanan · Pengendalian persediaan · Laporan penerimaan · Laporan pembayaran · Sistem upah
a. Proses Pemesanan Proses pemesanan adalah sistem proses transaksi yang penting untuk mengetahui proses permintaan pelanggan agar dapat menghasilkan data yang dibutuhkan bagi analisa penjualan dan pengendalian persediaan. Sistem proses pemesanan penjualan berbasis komputer memberikan kecepatan, keakuratan, metode yang efesien untuk mengetahui permintaan pelanggan dan transaksi penjualan, dan memberikan sistem pengendalian persediaan. b. Pengendalian Persediaan Sistem pengendalian persediaan menggambarkan proses perubahan dari item-item persediaan. Data mengenai permintaan pelanggan diterima dari sistem proses pemesanan, sistem pengendalian persediaan berbasis komputer memberikan pelayanan berkualitas pada pelanggan disamping meminimasikan investasi dan biaya dalam persediaan. Aliran data dalam sistem pengendalian persediaan dapat dilihat pada gambar 4.2 c. Sistem Upah Sistem pembayaran upah/gaji menerima dan mengolah data dari kartu kerja dan catatan kerja pegawai. Sistem ini menghasilkan catatan pembayaran upah dan laporan analisa pegawai. Sistem pembayaran upah berbasis komputer membantu manajemen perusahaan dalam memberikan laporan analisa biaya tenaga kerja dan produktivitas. 6. SISTEM INFORMASI KEUANGAN Sistem informasi keuangan berbasis komputer mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang berkenaan dengan (1) keuangan bisnis dan (2) pengalokasian dan pengendalian sumber daya keuangan. Kategori utama dari sistem informasi keuangan antara lain meliputi : · Cash And Securities Management · Capital Budgeting · Financial Forecasting · Financial Planning



7. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas. Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya. Oleh karena itu, unsur 'integrasi' itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP. Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat 'machine fault' dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice' proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok di gudang dan sebagainya. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, maka industri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umum terbaik) yang berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh system ERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita. Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems : 1. Item Master Management (IMM) 2. Bill Of Material (BOM) 3. Demand Management (DM) 4. Sales and Order Management (SOM) 5. Master Production Scheduling (MPS) 6. Material Requirements Planning (MRP) 7. Capacity Requirement Planning 8. Inventory Mangement (INV) 9. Shop Floor Control (SFC) 10. Purchasing Management (PUR) 11. General Ledger (GL) 12. Account Payable (AP) 13. Account Receivable (AR) 14. Cost Control (CO) 15. Financial Reporting (FIR)